ANGGOTA DPR RI HIDAYATULLAH SOSIALISASIKAN EMPAT PILAR KEBANGSAAN

MEDAN – hidayatullah.co.id : Anggota Fraksi PKS DPR RI Hidayatullah mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada ratusan konstituennya yang tergabung dalam Forum Paud Terpadu (FORPADU) di RM Wong Solo, Keacamatan Medan Polonia Kota Medan, Ahad (09/02/2020). Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini adalah program anggota DPR RI untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia.

Dalam sosialisasi itu, Hidayatullah mengatakan Pancasila adalah pilar pertama sebagai Ideologi negara, merupakan rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Sedangkan pilar kedua adalah Undang-undang Dasar 1945 adalah hukum tertinggi dalam strata hukum di Indonesia yang merupakan dasar/hukum positif dasar negara Indonesia dan sekaligus Konstitusi Pemerintahan.

Dalam sosialisasi itu, Hidayatullah mengatakan Pancasila adalah pilar pertama sebagai Ideologi negara, merupakan rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Sedangkan pilar kedua adalah Undang-undang Dasar 1945 adalah hukum tertinggi dalam strata hukum di Indonesia yang merupakan dasar/hukum positif dasar negara Indonesia dan sekaligus Konstitusi Pemerintahan.

Anggota DPR RI Hidayatullah Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan pada konstituennya di Medan

“Dan pilar ketiga NKRI adalah bentuk negara Indonesia  yang sudah final dan tidak perlu lagi diperdebatkan tapi kita semua harus mengimplementasikan dalam praktek kehidupan sehari hari,” kata anggota Komisi XI DPR RI ini.

Menurut Hidayatullah, sekarang ini sudah terlihat ada orang yang tidak lagi cinta NKRI, buktinya secara kasat mata kita bisa lihat  oknum-oknum pengkhianat bergentayangan mengeksploitasi, menguras dan menggerogoti kekayaan Indonesia  untuk kepentingan pribadi maupun pesanan asing.

Hidayatullah menekankan agar generasi muda harus melek teknologi dan dapat memanfaatkan IT secara bijak agar tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan. Perkembangan Informasi Teknologi yang sangat pesat hendaknya menjadi jembatan guna mendukung tercapainya pelaksanaan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika pada masyarakat.

Sementara pilar keempat adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan perwujudan keberagaman Bangsa Indonesia yang terdiri dari  suku, bahasa, agama namun tetap satu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika yang mempersatukan bangsa ini.

“Namun kita juga harus peka terhadap ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri, agar negeri ini tidak tercabik-cabik. Pendiri Republik ini telah meletakkan dasar negara yang Berketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dari Pancasila,” ujar Hidayatullah mengakhiri Sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan ini. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *