Jakarta (22/03) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan penggunaan vaksin buatan AstraZeneca yang mengandung babi karena alasan kedaruratan.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Surahman Hidayat menyatakan, kehalalan dari vaksin harus menjadi prioritas utama.

“Karena halal mengandung makna inhilal yang artinya terbebas dari berbagai kemudharatan, seperti kemudharatan fisik, moral, harta, pikiran dan lain-lain,” terang Surahman.

Lebih lanjut Anggota DPR dari PKS ini mengatakan kalau suatu makanan atau obat mengandung unsur yang haram meskipun sedikit maka statusnya tetap haram.

“Seperti berdusta atau maksiat lainnya hukumnya sama haram, baik dilakukan hanya satu kali atau berkali-kali, bahkan untuk hanya mendekatinya saja sudah dilarang. Sekalipun tentu kemaksiatan yang dilakukan secara berulang lebih besar dosanya, ”papar Ketua Dewan Syariah Pusat PKS ini.

Demikian juga dalam hal tesebut, imbuhnya, antara tesebut ayam dengan korupsi bansos yang diberikan trilyunan rupiah sama hukumnya, yaitu haram.

“Yang tentunya korupsi dana bansos lebih besar dan lebih besar dosanya dan lebih beratnya,” tambah Surahman.

Lalu Surahman menerangkan, Jika suatu benda terbebas dari semua unsur yang haram, maka dia akan menjadi thayyib (baik) dan memberi manfaat bagi kesehatan, moral, ekonomi dan sendi kehidupan lainnya hingga lahir dari berbagai keberkahan.

“Terkait dengan vaksin AstraZeneca yang dibolehkan oleh MUI, maka kedaruratannya harus ditimbang secara rasional, antara jumlah mudharat dengan manfaat yang diterima. Kemudharatan baru bisa menguji jika benar-benar mengancam jiwa. Di samping itu dalam pemakaiannya pun harus benar-benar dalam batas minimum demikian juga waktu pemakaiannya, ”urai Surahman.

Untuk penentuan apakah manfaatnya lebih besar, lanjut Surahman, menurut kemudharatannya tidak boleh ditentukan oleh perorangan, tapi hanya boleh dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki otoritas di masyarakat.

“Untuk itu saya kedekatan agar MUI dan BPJPH lebih pro aktif dalam mengontrol kehalalan semua vaksin yang telah ditetapkan pemerintah,” tutup Surahman.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *