Jakarta (11/06) — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menilai bahwa wacana memperluas pajak (PPN) kepada bahan pokok atau sembako adalah kebijakan yang tidak Pancasilais dan menyengsarakan rakyat.

“Ini kebijakan yang tidak Pancasilais karena menciderai rasa keadilan! Dalam kondisi Pandemi seperti ini dapat semakin menyengsarakan rakyat,” tegas Syaikhu di Semarang, Jawa Tengah, 11/6/2021.

Syaikhu memandang kebijakan pajak di Indonesia semakin memperbesar ekonomi antara masyarakat kaya dan miskin.

“Ini keadilannya dimana jika benar bahwa sembako akan dipajaki? Di saat yang sama, pengemplang pajak diampuni dengan pengampunan pajak, pajak korporasi diringankan , dan pajak mobil mewah dibebaskan?”

Syaikhu meminta Pemerintah memiliki rasa empatik dengan kondisi yang menghimpit rakyat.

”Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit karena pandemi, pajak sembako akan semakin mencekik ekonomi dan daya beli masyarakat bawah,” kata Syaikhu lagi.

Seharusnya dalam situasi resesi seperti saat ini, insentif untuk masyarakat bawah diprioritaskan, “Kami di PKS mengusulkan agar pajak penghasilan masyarakat kurang dari 8 juta dihapuskan.Dan pajak sepeda motor bercc kecil juga ditiadakan. Ini akan sangat membantu kelompok masyarakat bawah!”

Syaikhu juga mengingatkan kepada Pemerintah agar mengkaji secara komprehensif dampak dan risiko kebijakan pajak sebelum diajukan ke publik dan diajukan ke DPR RI.

“Harus dikaji betul dampak publik dari kebijakan tersebut sebelum dilaksanakan ke dan DPR RI. Karena ini akan sangat mempengaruhi dan mempengaruhi kepercayaan publik pada pemerintah,” tutupnya.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *