Tasikmalaya (14/09) — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Toriq Hidayat, sangat prihatin atas tindak kekerasan yang melibatkan taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Penganiayaan yang terjadi pada senin lalu (06/09/2021) mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Saya turut berduka cita untuk korban. Semoga Alloh SWT berikan tempat terbaik di sisi-Nya. Bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran atas musibah ini. Saya sangat menyesalkan kejadian ini terjadi di ruang lingkup pendidikan,” ucap Politisi PKS.

Toriq menyebutkan sangat aneh, karena hal seperti ini terus terulang hampir tiap tahun. Dan menimbulkan jatuhnya korban tewas atau terluka parah dan trauma. Harusnya sekolah membentuk karakter peserta didik. Dan dilaksanakan oleh tenaga pendidik. Bukannya dilakukan sesama peserta didik.

“Pola orientasi mahasiwa dalam bentuk perpeloncoan harus dihilangkan. Karena lebih banyak ekses buruk ketimbangan manfaat. Tujuan pembentukan karakter tidak tercapai, malah sebaliknya menimbulkan dendam ,” sebutnya.

Menurut Toriq, sebagaimana dituangkan dalam Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Selanjutnya PPK di bawah tanggung jawab satuan pendidikan agar memperkuat karakter peserta didik.

“Tujuan Mulia dari PPK, diantaranya mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis dan seterusnya. Hal ini harus diterapkan oleh tenaga didik di sekolah,” katanya.

Toriq juga menyinggung, bahwa setiap rapat dengan kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) seluruh mitra kerja Komisi V. Berulangkali ia mengingatkan pentingnya evaluasi penilaian kualitas SDM sebagai output atas pendidikan dan atau pelatihan yang dilakukan.

“Saat ini Negara yang kita cintai tidak kekurangan SDM yang cerdas tapi kekurangan SDM yang jujur. Oleh karenanya sekolah kedinasan dibawah BPSDM harus mampu menghasilkan SDM yang sesuai dengan amanah Perpres Nomor 87 Tahun 2017,” sebutnya.

Kembali kepada kepersoalan tindak kekerasan sesama taruna PIP Semarang. Untuk jangka pendek Ia minta kepada kepala BPSDM Kemenhub untuk melakukan investigasi internal.

“Cari akar masalah dan solusi penyelesaiannya. Kemudian evaluasi dan pastikan kurikulum penguatan pendidikan karakter diterapkan oleh tenaga didik kepada peserta. Saya berharap musibah ini tidak kembali terjadi,” tegas Toriq.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *