Medan | Pelajar Muhammadiyah ternyata sudah belajar mengengai isu-isu kebangsaan sejak duduk di bangku sekolah. Hal ini diungkapkan H. Hidayatullah, SE anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada acara Dialog Kebangsaan yang diadakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumatera Utara sekaligus penutupan pelatihan kader madya taruna melati 3, Sabtu (12/8) digedung Anjungan Melayu Jalan Setiabudi, Tanjung Rejo, Medan Sunggal, Medan.

Pada kesempatan itu Hidayatullah mengatakan bahwa , stigma teroris dan radikal yang dilabelkan kepada ummat Islam harus bisa dihapus oleh para kader pemuda Muhammadiyah, para kader harus bisa menjelaskannya kepada publik dengan sebaik baiknya.

“Kontribusi Muhammadiyah secara general kepada bangsa ini sangatlah banyak, seperti dibidang pendidikan, sudah berapa banyak institusi pendidikan yang telah dibangun oleh Muhammadiyah sekaligus telah dirasakan manfaatnya oleh bangsa ini, ada 3.334 institusi pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Muhammadiyah,” Hidayatullah.

Politi senior PKS ini juga berpesan kepada kader IPM yang hadir visi kita akhirat atau secara spesisfik surga, adapun dunia juga harus dicari secukupnya. Jalannya hanya satu berbuat baik keorang lain tanpa berbuat kerusakan, seperti Allah berbuat baik kepada kita, ini tugas Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Mario Kasturi koordinator kader Muhammadiyah Sumatera Utara dalam sambutannya mengatakan ada empat kompetensi yang harus dimiliki kader pemuda Muhammadiyah, yaitu; kompetensi agama, kompetensi akademik, kompetensi sosial kemanusiaan dan kompetensi organisasi.

Peserta dialog kebangsaan kali ini berasal dari berbagai kampus, yaitu; Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan Universitas Sumatera Utara (USU) jelas Ipmawan Jowanda Harahap selaku ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Utara

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.