Mengawali reses sidang III tahun 2020, Hidayatullah SE anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang duduk di komis XI melakukan pertemuan dengan Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di Perumnas Simalingkar Medan Tuntungan.

Dalam reses kali ini Hidayatullah,SE menyampaikan dua hal agenda besar, pertama masalah ekonomi Indonesia, kedua masalah politik di era kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Pertumbuhan ekonomi kita tidak lebih dari 4 persen dan kedua hutang negara semakin membengkak ditandai APBN tahun 2019 direncanakan 2000 triliun tercapai hanya 1250 triliun defisit sebanyak 750 triliun.” Ujar Hidayatullah, Sabtu (6/6/2020)

Kemudian dikatakan, hutang yang sudah ada saat ini nilainya fantastis menembus angka 5000 triliun, siapa yang bakal membayarnya? Kalau jangka panjang hingga 50 tahun maka anak cucu kitalah yang bakal menderita.

“Ditahun anggaran 2020 malah APBN dinaikkan menjadi 2200 triliun bahkan dengan alasan Covid 19 dinaikkan menjadi 2700 triliun, ini benar benar tidak masuk akal,” Imbuh Hidayatullah.

Yang lebih mirisnya lagi, lanjut Hidayatullah ditengah situasi ekonomi yang tidak menentu keluarlah Perpu No.1 tahun 2020 Mengenai penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020, 2021,2022 tidak perlu pengesahan oleh DPR. Perpu ini disetujui oleh delapan fraksi, kecuali hanya satu fraksi yang tidak setuju yakni fraksi PKS.

“Selanjutnya agenda besar kita adalah situasi politik di Era Jokowi dimana Rancangan Undang-Undang Haluan Idelogi Pancasila (RUU HIP) perlu diwaspadai dimana dalam RUU HIP hilangnya TAP MPR XXV tahun 1966. Lagi lagi fraksi PKS menolak, PKS meminta dimasukkan dalam Konsideran bahwa TAP MPRS XXV tahun 1966, dimana paham atau idelogi komunis tidak boleh hidup di Negara Indonesia.” Kata Hidayatullah.

Dalam pertemuan ini beliau menyampaikan kilas balik perjuangan Rasulullah Saw, menyampaikan dakwah hingga memimpin peradaban dunia puluhan abad hingga runtuhnya khilafah Utsmani di Turky tahun 1924. Sebagai warga negara yang cinta NKRI mari kita berkaca kepada masa lalu untuk diambil pelajaran agar Indonesia yang kita cintai ini tidak tercabik cabik oleh para Pengkhianat.

“Demikian kondisi carut-marut negeri kita saat ini, Bapak bapak tentu sudah jelas siapa yang berkhianat dan siapa yang bersama rakyat.” Pungkas Hidayatullah.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.